Sabtu, 22 September 2012

Bahaya merokok bagi anak usia sekolah


Dewasa ini kita sulit untuk menemukan pelajar yang tidak menghisap rokok ketika nongkrong di satu tempat umum seperti di kendaraan umum, terminal, restoran, pinggir jalan atau bahkan di sekolah mereka sendiri. Sebagai orang yang sadar akan kesehatan, tentu saja kita merasa prihatin dengan keadaan ini. Merokok selain merugikan kesehatan, juga menyebabkan kerugian secara ekonomi, dimana para pelajar itu masih bergantung pada orang tuanya. Tentu ini menyebabkan keadaan ekonomi orang tuanya semakin berat. Terlebih lagi sekarang merokok tidak hanya didominasi oleh pria saja. Banyak wanita, bahkan remaja putri yang sudah terbiasa menghisap gulungan tembakau beracun ini. Tidak sedikit pelajar putri di Jakarta dan Bandung yang sudah mengenal rokok dan aktif menjadi perokok.

bahaya merokok bagi pelajar
Faktor utama yang mempengaruhi para pelajar adalah lingkungan sekitar yang mendorong mereka untuk mencoba merokok hingga akhirnya mereka terbiasa dengan rokok. Persepsi yang salah tentang rokok beredar di kalangan pelajar. Mereka mengaku menjadi lebih dewasa, lebih gaul dan lebih berani jika merokok. Ini semua persepsi yang ditiupkan di kalangan mereka. Menurut survey yang dilakukan oleh Yayasan Jantung Indonesia, ada sekitar 77% pelajar Indonesia yang merokok karena mendapat tawaran atau diperolok temannya sendiri. Kurangnya informasi bahaya rokok juga menjadi faktor selain lingkungan yang menyebabkan banyak pelajar merokok. Setiap mengkonsumsi rokok, sama saja dengan mengkonsumsi bahan kimia berbahaya. Rokok mengandung lebih dari 4000 jenis unsur kimia yang tidak ada manfaatnya bagi kesehatan, bahkan cenderung membahayakan kesehatan.
Untuk itu kita sebagai masyarakat yang sadar kesehatan harus melakukan sesuatu untuk mensosialisasikan bahaya merokok. Seharusnya semua pihak, baik pemerintah, orang tua dan sekolah harus melakukan sosialisasi bahaya merokok bagi pelajar dengan kegiatan yang benar-benar riil dan masuk ke dalam otak dan alam bawah sadar para pelajar. Beberapa hal yang seharusnya dilakukan untuk mencegah pelajar merokok diantaranya:
  • Sekolah harus berkomitmen untuk membebaskan lingkungannya dari rokok. Baik guru, karyawan, orang tua ataupun orang yang berkunjung ke sekolah harus dilarang merokok seperti keadaan di rumah sakit. Ini adalah suatu bentuk keteladanan. Sangat aneh jika siswa dilarang merokok tapi gurunya ada yang merokok.
  • Kegiatan yang melibatkan anak muda terutama pelajar harus dilarang keras menggunakan sponsor dari perusahaan rokok.
  • Orang tua tidak memperlihatkan rokok atau merokok di depan anak-anaknya, jika tidak bisa berhenti merokok. Namun alangkah baiknya jika orang tua mau berhenti merokok supaya dicontoh oleh anak-anaknya.
  • Anak-anak harus didorong untuk mengikuti kegiatan yang positif di waktu luang yang ada seperti kursus,olahraga, bermusik, dan kegiatan positif lainnya.
Membudayakan hidup sehat harus dimulai dari sekarang dan tinggalkan rokok sebelum rokok meninggalkan kita dengan berbagai macam penyakit. Orang yang cinta terhadap keluarga dan teman-temannya pasti akan segera berhenti merokok karena kesehatan kita dan orang yang kita cintai adalah segala-galanya.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar